Senin, 05 Desember 2016

Kiat Melejitkan Potensi Anak Usia Dini

Peran orangtua sangat penting untuk melejitkan potensi anak usia dini


     Memahami potensi anak sejak dini membantu proses pembentukan anak sesuai dengan potensinya. Usia anak-anak adalah usia emas yang sangat berharga bagi pengembangan dirinya. Pada usia anak kurang dari 8 tahun perkembangan intelegensi anak dapat mencapai 80 % sedangkan pada usia diatas itu yaitu 20%. Potensi anak bisa dilihat dari kebiasaan atau kesukaan anak. Misalnya pada anak yang suka sekali bermain dengan pensil warna dan mencorat coret tembok. Potensi yang mungkin timbul pada anak ini yaitu kesukaan terhadap seni, potensi menjadi pelukis, atau seorang penulis. Gali potensi-potensi lain yang ada, tentukan potensi mana yang lebih dominan dan disukai anak. Disinilah peran penting orangtua untuk melejitkan potensi anak usia dini.


Kenali Potensi Anak

        Orangtua harus menjalin hubungan yang sangat dekat dengan anak untuk mampu mengenali potensi yang dimiliki anak. Perhatikan kemampuan-kemampuan kecil yang dimiliki, seperti kemampuan berbicara lebih cepat dari usianya, dapat berjalan lebih awal, dan sebagainya. Potensi-potensi tersebut bisa juga dilihat saat melakukan permainan, seperti anak menjadi lebih fokus ketika bermain dengan mencoret-coret, anak lebih suka permainan memasukkan balok, atau anak lebih menyukai mainan yang mengeluarkan suara seperti musik.


Berikan Stimulasi yang Tepat

          Jika Bunda dan Ayah sudah menemukan potensi anak, saatnya memberikan stimulasi yang tepat untuk melejitkan potensi anak usia dini. Potensi yang ditemukan pada anak tidak hanya satu namun boleh beberapa. Lakukan stimulasi seperti pada anak usia 0-3 bulan, stimulasi dilakukan dengan menunjukkan benda-benda berwarna cerah, membunyikan lonceng di telinga anak, atau melatih sensori peraba anak dengan bahan-bahan yang berbeda. Lebih baiknya orangtua memahami tahapan-tahapan tumbuh kembang anak sehingga mudah untuk memberikan stimulasi sesuai fase pertumbuhannya.


Berikan Dukungan

       Memberikan perhatian dan apresiasi terhadap fase tumbuh kembang yang dialami anak, merupakan suatu bentuk dukungan. Ini adalah salah satu hal yang perlu dilakukan setiap orang tua demi kebaikan putra dan putrinya. Yuk, lejitkan potensi buah hati!


Baca juga:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar